Budidaya Ikan Mas, Ternak Ikan Mas Yang Menguntungkan Untuk Pemula

Cara Beternak Ikan Mas – Ikan mas adalah salah satu jenis ikan yang familiar di indonesia dan terkenal karena memiliki rasa yang lezat. Ikan mas termasuk dari jenis ikan tawar yang biasa disebut ikan tombro atau ikan karper. Secara garis besar ikan mas dibagi menjadi 2 jenis : ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. Jenis ikan mas konsumsi memiliki 10 jenis antara lain : ikan mas lokal, ikan mas merah, ikan mas majalaya, ikan mas taiwan, ikan mas punten, ikan mas yamato dan ikan mas putri yogya (sinyonya). Jenis ikan mas yang paling banyak dikenal oleh masyarakat indonesia adalah jenis ikan mas lokal. Ikan mas jenis ini berasal dari perkawinan silang beberapa ras yang tidak terkontrol sehingga ciri-cirinya sangat di identifikasi.

Paduan dan Langkah-langkah Budidaya Ikan Mas

Budi daya ikan mas adalah salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan. Selain caranya yang cukup mudah, keuntungan dari membudidayakan ikan mas juga lumayan besar. Oleh sebab itu banyak orang yang menjadikan budidaya ikan mas sebagai pekerjaan utama atau pekerjaan sampingan. Apabila anda ingin usaha ternak ikan, membudidayakan ikan mas dapat menjadi pilihan yang tepat untuk anda. Budidaya ikan mas ini tidak sulit dan hasilnya juga sangat menggiurkan.

Syarat dan Kondisi Ideal untuk Budidaya Ikan Mas

Tidak semua tempat ataupun daerah cocok untuk membudidayakan ikan mas. Tempat yang ideal untuk membudidayakan ikan ini adalah di daerah yang berada pada ketinggian 150 – 100 meter di atas permukaan laut. Suhu yang ideal untuk pertumbuhan ikan mas adalah berada pada rentang 20 – 25°c.

Pembenihan Ikan Mas

Hal pertama yang harus anda persiapkan untuk memulai usaha budidaya ikan mas yaitu memilih bibit atau calon indukan. Tahap ini adalah tahap yang sangat penting. Kesuksesan untuk membudidayakan ikan mas sangat dipengaruhi oleh kualitas benih ikan yang akan anda budidayakan. Benih ikan yang unggul berasal dari indukan keturunan unggul.

Ciri-ciri Indukan Yang Baik :

  • Umur indukan jantan yang tidak kurang dari 8 bulan dengan berat minimalnya 0,5 kg. Untuk indukan ikan yang betina, umurnya tidak kurang dari 1,5 – tahun dengan berat minimal 2 kg.
  • Keadaan ikan yang sehat dan badan mulus.
  • Ikan yang baik untuk dijadikan indukan, kepalanya lebih kecil dibanding badanya.
  • Tidak memiliki bintik-bintik putih pada insangnya (insanya bersih)
  • Sisik ikan yang tersusun rapi, simetris, tidak lekukan ataupun patahan, dan ukurannya relatif besar.
  • Sisik ikan berwarna cerah, sisik ikan yang kusam menandakan bahwa ikan sudah terlalu tua.
  • Panjang ekor ikan lebih besar daripada lebarnya, ekornya baik dan kuat.
  • Supaya tidak terjadi inbreeding yang menurunkan kualitas benih ikan, pilihlah calon indukan dari keturunan yang berbeda, baik jantan ataupun betina.

Pembesaran ikan mas

Benih yang dipakai dalam usaha budidaya ikan mas umumnya berukuran 10-12 cm atau berbobot 80-100 gram per ekor. Lama pembesaran ikan mas berkisar 2-3 bulan. Budidaya ikan mas dapat dilakukan dalam beberapa teknik, diantaranya metode air deras, air tenang atau tumpang sari. Medium atau tempatnya bisa berupa kolam tanah, kolam tembok, kolam terpal, sawah, keramba ataupun jaring apung.

a. Kolam tanah (air tenang)

Budidaya ikan mas di kolam air tenang dengan lantai tanah merupakan yang banyak dipilih oleh petani. Kolam tanah banyak dipakai karena mudah dan biaya pembuatannya yang murah.

Terdapat dua tipe kolam tanah, yaitu kolam tanah dengan tanggul tanah dan kolam tanah dengan tanggul tembok atau batu. Kolam tanah memiliki keunggulan yang dapat menyediakan pakan alami bagi ikan. Jenis kolam ini juga membantu mengurangi biaya pakan.

Berikut ini langkah-langkah persiapan untuk budidaya ikan mas di kolam tanah:

  • Sebelum kolam digunakan, lakukan terlebih dahulu pembajakan dasar kolam, penjemuran, pegapuran, pemupukan dan penggenangan air. Persiapan ini membutuhkan waktu 1-2 minggu, tergantung cuaca saat penjemuran kolam. Detailnya silahkan baca persiapan kolam tanah untuk budidaya ikan.
  • Gunakan benih ikan mas berukuran 100 gram per ekor. Kapasitas kolam tanah untuk budidaya ikan mas sebesar 1-2 ekor/m2.
  • Berikan pakan utama berupa pelet dengan kadar protein 25%. Dosis pemberian pakan sebanyak 3-4% dari bobot ikan. Misalnya, untuk ikan dengan bobot 100 gram berikan pakan 3-4 gram pelet per ekor per hari. Bila kita menanam 1000 ekor ikan berarti dibutuhkan pakan 3-4 kg per hari.
  • Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari, diberikan pagi, siang dan sore hari.
  • Setiap 2 minggu lakukan penimbangan bobot tubuh ikan mas. Ambil beberapa ekor secara acak, timbang. Lalu sesuaikan jumlah pakan yang diberikan.
  • Dalam waktu 3 bulan, bobot ikan akan naik menjadi sekitar 300-400 gram per ekor. Dengan ukuran sebesar ini ikan sudah bisa dipanen. Bila terus dipelihara, biaya pakan menjadi tidak ekonomis lagi kecuali harga ada tawaran harga jual ikan yang lebih tinggi.

b. Kolam air deras

Kolam air deras merupakan tempat budidaya ikan dengan sirkulasi air yang cepat. Untuk membuat kolam ini diperlukan debit air besar dan arus yang kuat. Kelebihannya adalah ikan akan terus bergerak sehingga nafsu makannya menjadi besar. Di samping itu kadar oksigen terlarut dalam kolam air deras menjadi relatif lebih tinggi. Dengan begitu kolam air deras memiliki kapasitas padat tebar ikan yang lebih besar dibanding kolam air tenang.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan mas di kolam air deras:

  • Kolam air deras membutuhkan debit air yang besar sekitar 25-100 liter/detik. Pastikan sumber air tetap lancar.
  • Gunakan benih ikan dengan bobot 100 gram/ekor. Kapasitas penebaran benih di kolam air deras adalah 30-60 ekor/m2. Semakin deras aliran air, kapasitasnya semakin besar.
  • Berikan pakan dengan kandungan protein 25-30%. Pelet yang diberikan harus bisa bertahan dalam air, tidak mudah hancur karena aliran air cukup kencang.
  • Dosis pemberian akan adalah 4% dari bobot tubuh ikan. Timbang sebagian ikan setiap dua minggu sekali untuk menyesuaikan jumlah pakan.
  • Pemberian pakan bisa dengan cara ditebar atau menggunakan wadah almunium yang diletakan di atas kolam dengan pendulum menjulur ke dalam air. Pakan akan jatuh bila ikan menggerak-gerakkan pendulum.
  • Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.
  • Budidaya ikan mas bisa dipanen setelah 2,5-3 bulan, dengan hasil 3-4 kali lipat dari bobot awal.

c. Jaring apung

Budidaya ikan mas di jaring apung umumnya dilakukan di waduk besar dan danau. Jaring terbuat dari bahan polyethylene yang tahan lama. Jaring dibuat menggantung pada kerangka rakit dengan bentuk segi empat. Sedangkan kedalaman jaring apung maksimal 3 meter.

Bahan yang dipakai untuk kerangka kolam adalah bambu atau kayu. Kerangka ini bisa mengapung di atas air dengan bantalan dari drum atau jeriken. Agar kerangka tidak terbawa arus air, harus ada jangkar yang menambat ke dasar kolam. Jaring apung umumnya juga dilengkapi dengan saung yang dimanfaatkan penunggu atau menyimpan peralatan dan pakan.

Berikut adalah hal yang harus dicermati dalam budidaya ikan mas di jaring apung:

  • Gunakan jaring berukuran 1,5 cm. Kedalaman jaring apung 3 meter.
  • Gunakan benih berukuran 100 gram per ekor. Kapasitas padat tebar jaring apung sekitar 30 ekor/m2.
  • Pakan berupa pelet dengan kadar protein 25%.
  • Jumlah pakan yang dibutuhkan setiap hari adalah 4% dari bobot tubuh ikan. Timbang sebagian ikan setiap dua minggu untuk menyesuaikan jumlah pakan.
  • Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari.
  • Ikan mas bisa dipanen setelah 3 bulan dengan ukuran 300-400 gram/ekor.