Cupang Giant, Sejarah dan Cara Merawatnya Lengkap

Ikan cupang giant (giant betta) adalah salah satu jenis ikan yang memiliki ukuran besar dibanding  jenis ikan cupang lainya. Panjang ikan cupang ini dapat mencapai lebih dari 11 cm, terbayangkan seberapa besar ikan ukuran cupang giant ini. Karena memiliki ukuran yang begitu besar, menyebabkan ikan cupang ini tidak bisa seaktif ikan cupang  yang  mempunyai  ukuran tubuh normal. Meski kurang aktif, ikan cupang ini masih terlihat garang sebagaimana ikan cupang lainnya. Ketika ikan cupang giant melihat musuhnya, insangnya  akan terbuka dengan gerakan yang ingin selalu menyerang. Siripnya pun bergerak naik seakan-akan menunjukkan kemarahannya.

Keindahan dari ikan cupang pada umumnya masih melekat di ikan cupang giant. Tetapi, untuk ikan cupang giant jenis serit dan  halfmoon  saat ini bentuk siripnya masih kurang kuat. Hal tersebut sangat berbeda dengan ikan cupang half moon dan serit yang mempunyai bentuk normal.

Sejarah Ikan Cupang Giant

Ikan ini pertama kali  dikembangbiakkan oleh Mr.Athapon (Uncle Sala) dan putranya yang bernama Mr.Natee. Kedua breeder ini berasal dari Thailand dan pemilik dari  Diamond Fish Fam. Pada tahun 1999 keduanya mulai mengembangbiakkkan ikan cupang ini. Awalnya, breeder ini mempunyai ikan cupang plakat jantan dengan panjang 10 cm. Lalu breeder ini mempunyai ide untuk mengawinkan ikan cupang plakat tersebut dengan ikan cupang yang mempunyai ukuran yang  tidak jauh berbeda dengan dengan ikan cupang plakat yang dimilikinya.

Tujuan dari perkawinan silang ikan cupang tersebut yaitu untuk memperoleh ikan cupang yang mempunyai ukuran lebih besar dibandingkan ikan cupang lainnya. Keduanya selalu mencoba untuk mengawin silangkan kedua ikan cupang tersebut untuk memperoleh hasil yang diinginkannya. Usaha keduanya akhirnya memperoleh hasil positif. Ukuran dan bentuk ikan cupang yang diinginkannya dapat tercapai. Kemudian ikan cupang tersebut diberi nama ikan cupang giant betta. Uncle Sala mulai memasarkan ikan cupang giant ini pada tahun 2001. Setahun kemudian, ikan cupang giant ini di ikutsertkan dalam kontes internasional IBC di Amarika Serikat. Pada saat itu, ikan cupng ini dibandrol dengan harga $1000.

Pada awal kemunculannya, ikan cupang giant dapat mencapai ukuran 7,5 cm memerlukan watu 8-9 bulan. Tetapi kini untuk dapat mencapai ukuran yang sama, kita hanya memerlukan waktu 5 bulan saja. Selain itu, warna dan sirip yang dimiliki ikan cupang ini juga semakin bervariasi, serta sudah muncul jenis ikan cupang giant yaitu : ikan cupang giant halfmoon, gioant crowntail dan giant double tail.

Tips Memelihara Ikan Cupang Giant

Pada umumnya, merawat ikan ini memiliki kesamaan dengan cara merawat ikan cupang lainnya. Hanya terdapat sedikit perbedaan karena ikan ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan ikan cupang lainnya. Perbedaan tersebut adalah

Ukuran Wadah Ikan Cupang

Ukuran wadah yang digunakan harus lebih besar. Jika kita memelihar ikan ini di akuarium, kita bisa menggunakan akuarium yang berukuran 20cm X 15cm atau 15cm X 15cm untuk ikan cupang giant yang berumuran 2,5 bulan.

Namun, jika ikan ini sudah berusia sekitar 3,5 bulan, sebaiknya ikan cupang ini dipindahkan ke tempat yang lebih besar, yaitu aquarim dengan ukuran 25cm X 25cm. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan ikan cupang bisa lebih baik dan ikan cupang dapat bergerak dengan leluasa.

Penggunaan Aerator (Gelembung Udara)

Jika kita memiliki ikan ini dengan umur sekitar 3,5 bulan dan wadah untuk merawatnya di akuarium, kita perlu menambah gelembung udaranya. Hal ini bertujuan agar ikan cupang giant semakin aktif dan agresif. Karena ikan ini yang memiliki umur sekitar 3,5 bulan biasanya mulai malas bergerak. Hal ini disebabkan oleh ukuran tubuhnya yang besar.

Pemberian Pakan

Hal yang cukup menyita perhatian dalam memelihara ikan ini adalah pemberian pakan ikan. Ikan ini membutuhkan jumlah makan yang lebih besar daripada ikan cupang normal. Untuk ikan ini yang memiliki umur sekitar 2 bulan sampai 4,5 bulan, pemberian makannya mencapai 3-k kali dalam sehari.

Untuk ikan ini yang memiliki umur diatas 4,5 bulan, sebaiknya kita berusaha mengurangi makannya menjadi 2-3 kali dalam sehari. Hal ini disebabkan oleh pencernaan ikan ini pada usia tersebut sudah mulai melemah.